Hej !

Prasangka

Leave a comment


whisper-001-1

Disuatu kesempatan rapat komunitas, Fulanto tidak bisa datang karena sakit. Dikesempatan rapat berikutnya pun begitu, tapi kali ini dengan alasan berbeda, ada saudara katanya. Begitu pula di rapat berikut berikutnya, Fulan tak lagi menampakkan batang hidungnya, kali ini karena ada kerjaan, katanya. Sayapun mulai ragu dengan kesungguhannya karena alasan ketidakhadirannya, benarkah semua itu atau…hanya dibuat-buat?

Lain lagi dengan Fulanda, seorang outsource di divisi sebelah. Baru sebulan ia bergabung disini, ia mulai rajin alfa, sakit katanya. Terkadang karena ada tantenya, katanya. Ketidakhadirannya bahkan sampai pada titik orang-orang berkata “Dia itu penyakitan?” atau “Eh,kamu kok masih disini? Kirain udah resign, ga pernah masuk sih”. Mungkin dia benar-benar sakit. Atau mungkin tantenya benar-benar harus ditemani. Tapi attitudenya dikala hadir yang sangat sering sekali terlambat membuat saya meragukan alasan-alasannya. Benarkah semua itu atau…hanya dibuat-buat?

Dan terakhir, Fulankew. Teman sejawat saya yang bertugas didivisi yang berbeda. Dulunya kami sangat dekat, hingga saya tau dia adalah seorang yang sangat cuek,teledor dan agak pemalas banget. Beberapa teman juga tau sifatnya yang terakhir ini. Beberapa kali ia tidak masuk kantor, sakit katanya. Tapi kami tau, dia hanya terlambat bangun, dan khawatir dimarahi bos, dia pun ‘menyakiti’ dirinya. Hingga suatu waktu ia tak hadir lagi, saya pun ragu, beneran sakitkah atau…hanya dibuat-buat?

Ada sebuah komunitas yang awalnya sangat senang saya ikuti. Tapi selang beberapa bulan, sakit dibahu saya semakin memerih sampai kepala sakit serasa mau pecah. Dan akhirnya saya selalu usahakan datang dini hari agar bisa pulang tenggo, karena sakit yang terakumulasikan sejak pagi sudah tak tertahankan di sore harinya. Akibatnya, sayapun sering alfa di kegiatan komunitas, terlebih kegiatan ini memerlukan kekuatan anggota tubuh yang sakit ini. Tapi, saat mau izin, saya selalu ragu, jika sudah sesering ini, akankah mereka ragu akan alasan-alasan saya atau bisakah mereka memakluminya? Prasangka tidak baik dan ketidakpercayaan yang saya tumpuk dari beberapa kasus orang-orang disekitar saya pun mempengaruhi keputusan saya. Kadang gundah harus memilih antara ‘tidak usah datang dan mungkin akan diprasangkai’ atau ‘datang dan memaksakan diri tapi citra diri aman’.

 

Author: adorablemind

The happiest girl ever :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s