Hej !

MUKERNAS MTT 2016

Leave a comment


“Andaikan seribu siksaan terus melambai-lambaikan derita yang mendalam
Seujung rambut pun aku takkan bimbang, jalan ini yang kutempuh
Bilakah ajal kan menjelang jemput rindu-rindu Syahid yang penuh kenikmatan
Cintaku hanya untukMu, tetapkan muslimku selalu” 
Shaffix – Keimananku

Merdu suara kang Jay menyanyikan syair “Keimananku” by Shaffix memenuhi aula Mukernas MTT Sabtu lalu. Iya, Mukernas MTT. Well, this is new. Beberapa hari sebelumnya saya dihubungi Ka Heli dan Ka Ade, “Shel, diajakin bu Hay ikutan Mukernas Sabtu Minggu ini”. Loh, kok bisa? Sayakan bukan pengurus. Tapi senangnya luar biasa saat itu, “Okeh kak, insyaAllah bisa”. Terbayang ilmu baru dan orang-orang baik yang akan saya temui. Berkecimpung di MTT udah jadi targetan sejak tahun lalu dan alhamdulillah Allah berikan jalan untuk bergabung dengan bapak-ibu soleh dan soleha ini lewat jalan yang tak diduga. Jadi, inilah Mukernas pertama saya.


Berencana berangkat Jumat subuh bersama rombongan lainnya, sudah semangat 45 hari Kamisnya mau pulang tenggo dan packing. Tapi apalah daya, tetiba diamanahi tugas ngolah data segede gaban yang makan waktu berjam-jam. Jadilah pukul 1.30 dini hari baru sampai dikosan. Kata Ka Heli “Kalau memang diniatkan,insyaAllah Allah mudahkan” dan benar saja, jam 2 tidur dan jam 4 saya bisa bangun tanpa kesulitan yang berarti wahahaha. Alhamdulillah :”) Sepanjang perjalanan diputar murottal yang bikin tidur saya super nyenyak,adem dan ga berasa udah sampai aja di Grama Tirta Jatiluhur, tempatnya pas disebelah waduk Jatiluhur yang lebih keliatan kayak danau daripada waduk. Pemandangannya bikin hati ga bisa lepas zikir. MasyaAllah banget :”) Hari pertama merupakan acara inti, pemaparan program-program MTT pusat dan regional. Keren-keren dan mulia semua. Melihat peserta yang didominasi oleh bapak-bapak dan ibu-ibu, saya semakin paham kenapa bu Hay bahkan bersedia membantu mengkomunikasikan izin saya ke manager agar bisa ikutan Mukernas ini.

Yang paling berkesan dari Mukernas hari ini adalah agenda hari keduanya : Team Building. Liat dirundownnya sih bakalan Bamboo Rafting. Wah,bakal basah basahan nih-tapi pasti seru, pikir saya. Setelah beres sarapan, seluruh pengurus diangkut menuju pinggir waduk. Beberapa panitia beewhite dan kang jay sudah standby disana. Dimulai dengan pembagian kelompok, terus games-games seru untuk mengumpulkan poin.
whatsapp-image-2016-09-24-at-1-00-17-pm
Jadilah saya sekelompok berlima bareng Ka Heli sang srikandi, mba Darsih yang mirip dosen Jarkom, mpok mumun yang tilawah sama hafalannya keren banget dan uni Nila yang merantaunya jauh banget dari BukitTinggi sampe ke Jayapura (y). Karena ketidakjagoan tim kami dalam mengumpulkan poin, alhasil cuma dapat 300 poin meanwhile tim lain ada yang nyampe 1300. Nah, poin ini bakal dipakai buat beli alat-alat untuk merakit perahu bambu. Ya!!! Bamboo Rafting yang saya liat dirundown itu, ternyata mesti kami rakit sendiri. Buat bikin bamboo raft nya mesti butuh 5 item : bambu, drum, tali tambang, dayung kayu dan pelampung. Masing masing item ini harganya 100,sedangkan tim kami cuma punya 300😦 Setelah musyawarah mufakat, akhirnya kami putuskan untuk membeli pelampung karena beberapa ga bisa renang,bambu (pastinya) dan tali. Daaan, ber-khusnudzon tim lain mau menghibahkan poinnya untuk beli dayung dan drum. Alhamdulillah,ke-khusnudzon-an kami diijabah Allah dan seluruh tim bisa punya alat yang lengkap. Latihan otot saya dimulai disini, bolak balik ngangkut bambu-bambu gede dan drum 4 biji mayan bikin otot lengan makin keker. Selanjutnya muter otak gimana caranya ngerakit perahu yang aman sejahtera sentosa untuk mengangkut 5 orang mengarungi waduk Jatiluhur ini. Berbekal pengetahuan tali temali jaman pramuka yang ga seberapa dan setelah berlelah lelah narik narik, muter muter, ngelilit lilit dan ngiket tali tambang segede gambreng, akhirnya jadilah rakit yang bagus dan paling rapi dan terlihat paling tidak kokoh diantara rakit lainnya .
whatsapp-image-2016-09-25-at-10-39-24-pm
 “Yak, sudah berkumpul dirakitnya masing-masing, sekarang masing-masing tim silahkan berpindah kerakit tim sebelahnya”. Whaaat? Sontak kaget denger instruksi dari kang Jay dan cukup kecewa setelah mengerti bahwa yang akan kami naiki bukanlah rakit hasil jerih payah sendiri, terlebih lagi rakit tim sebelah terlihat “kurang meyakinkan” .Wkwk. Task berikutnya adalah mendayung rakit menuju bola yang sudah diletakkan lumayan jauh dari pinggir waduk,terus memutar menuju bendera MTT di bagian lain waduk untuk ditandatangani. Langsung saja rakit diturunkan ke tepian waduk. Tim akhwat diminta untuk mulai duluan. Bismillah. Dimulai dengan saya menaiki rakit “kurang meyakinkan” ini dan duduk dibagian belakang sedang ka heli dibagian paling depan. Lalu satu persatu yang lain mulai naik menempati tempat yang kosong. Baru sebentar bertengger diatas rakit, “Kcbuur!!”, yak, rakitnya kebalik dan kami pun tenggelam dalam lautan luka dalam (eh). Dengan semangat pantang menyerah, kami coba untuk menaiki rakit terbalik ini, tapi apalah daya, drum yang besar membuat ga semua tim bisa naik.
whatsapp-image-2016-09-25-at-10-39-27-pm
 Masih belum pasrah, tiba-tiba kang Jay menyarankan agar rakit punya tim ikhwan yang terlihat paling kokoh untuk dihibahkan ke tim kami :”) Jazakallahu kang Jay dan bapak-bapak tim Syariah. Bismillah lagi dan kami bisa naik di rakit “paling meyakinkan” ini dengan selamat sentosa. Dan dimulailah perjuangan mendayung dua kiri dua kanan yang bikin otot lengan yang udah kekar jadi semakin kekar. Singkat cerita, the mission finally accomplished🙂
Yang bikin lebih berkesan lagi sih karena ternyata cuma rakit yang kami naiki saja yang benar-benar bisa dipakai dengan yang benar. Sementara yang lain mengalami nasib yang sama dengan kami sebelumnya, menaiki rakit terbalik. Tapi super salut dengan jiwa perjuangan bapak ibu pengurus yang no matter what tetep semangat ngejalanin tasknya even harus berenang ngedorong rakit kebaliknya. SUPEEEER SALUUUUUTTTT!

whatsapp-image-2016-09-25-at-10-39-29-pm

whatsapp-image-2016-09-26-at-4-49-17-am

whatsapp-image-2016-09-25-at-10-39-29-pm-1

whatsapp-image-2016-09-25-at-10-39-23-pm

Capek udah pasti, tapi hikmah yang didapetin luar biasaaaaa. Ingetkan tim saya yang dapet poin paling kecil, cuma 300 sementara yang lain ada yang nyampe 1300. Tapi qadarullah pada akhirnya, yang bisa menikmati rakit yang nyaman adalah tim yang kekurangan ini. Setelah berlelah lelah dengan sekuat tenaga berusaha sepenuh jiwa dan raga untuk merakit bamboo raft terbaik, tapi kemudian kami hanya mendapatkan rakit yang “kurang meyakinkan”, kecewa awalnya tapi tetap bekhusnudzon pada Allah. Hingga diakhir, hasil jerih payah sekuat tenaga yang kami lakukan sebelumnya, dibayar oleh Allah dengan hal yang tak terduga, rakit yang paling pewe.

Seperti hidup (eaaaa), ada usaha-usaha terbaik yang dibalas tak setara. Kelihatannya. Tapi sesungguhnya, balasan atas usaha terbaik itu, Allah simpan dan akan Allah berikan melalui cara,waktu dan tempat yang jauh lebih baik dari yang kita duga🙂 Karena itu, tetaplah berbuat kebaikan dan berusahalah yang terbaik, karena janji Allah itu pasti🙂 Mungkin usaha dan kebaikan itu tak langsung dibalas saat itu juga,tapi nanti, melalui cara yang lebih indah, insyaAllah.

“Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhan­mu.’ Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Q.s. az-Zumar: 10).

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaikan, akan tetapi sesungguhnya kebaikan ialah ber­iman kepada Allah, hari Kiamat, malaikat-malaikat, Kitab-kitab, nabi-nabi, dan mem­berikan harta yang dicintainya kepa­da ke­rabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir, dan orang-orang yang meminta-minta; dan memerdekakan hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati jan­jinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (Q.s. al-Baqarah: 177).

“Barangsiapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan sesungguh­nya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerja­kan.” (Q.s. an-Nahl: 97).

Selamat berusaha dan menebar kebaikan,gais!

Author: adorablemind

The happiest girl ever :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s