Hej !

TAU SEDIKIT

Leave a comment


photo-1423784346385-c1d4dac9893a

Malam tadi baru saja melewati halaman 235 karya indahnya Ust.Salim A Fillah “Jalan Cinta Para Pejuang”. Telat yeeee bacanya wkwkwk. Dan tertohok lagi dibagian akhir paragrafnya. Ini tentang “Sedikit tau lebih baik daripada banyak tau”. This!!! Ini perlu banget dibaca seantero kawula muda jaman sekarang. Lah, hubungannya apa?  Kepo. Ini tentang ke-kepo-an kita pemirsaaaaah. Udah jadi hal yang sangat biasa bagi kawula sosial media jaman sekarang, ada waktu senggang dikit, kepo. Mau tau orang, kepo. Denger kabar ini-itu, kepo. Termasuk juga nyari jodoh, kepo. Berikut sedikit banyak kutipan dari buku Jalan Cinta Para Pejuang :

“”Mengapa terlalu banyak tahu terkadang menghalangi kita?” kata Murakami dalam buku The Divine Message of DNA. “Sebenarnya bukan informasi itu sendiri yang pada dasarnya buruk; tetapi mengetahui lebih banyak daripada orang lain dapat membuai kita untuk mempercayai bahwa keputusan kita lebih baik”.

Padahal seringkali dengan banyaknya informasi membanjir, kemampuan otak kita untuk memilah mana informasi berguna dan mana yang tak bermakna menjadi menurun. Otak kita bingung menentukan prioritas. Fakta yang kita anggap penting ternyata sampah. Sebaliknya, hal kecil yang kita remehkan justru bisa jadi adalah kunci dari semuanya. Maka, merujuk pada Gladwell dan Murakami, kita memang tak perlu tahu banyak hal. Cukup mengetahui yang penting saja.Begitu juga tentang calon istri, calon suami, calon pasangan kita. Kita tak perlu tahu terlalu banyak. Cukup yang penting saja.”

Dari kisah hidup saya dan beberapa teman lainnya, saya banyak menemukan kisah-kisah betapa kebanyaktahuan ini justru membuat jiwa semakin resah. Kadang kekepoan kita justru berujung pada kebaperan, kegeeran atau prasangka tak baik. Alangkah lebih tenang jika kita cukup mengetahui hal-hal yang benar-benar perlu kita ketahui. Begitu juga postingan atau chattingan, alangkah lebih bermanfaat jika seperlunya saja. Seperti kata seorang teman dipostingan saya sebelumnya “Biar lebih selamat“.

Terinspirasi olehnya, seminggu ini saya mencoba uninstall media sosial yang tak begitu penting dari handphone saya dan hasilnya begitu menenangkan. Dari yang sebelumnya menjadi ‘generasi merunduk’ yang sangat aktif ‘merunduk’, sekarang tetap merunduk juga sih, tapi merunduk untuk melahap tumpukan buku-buku dilemari yang lama tak dibaca. Karena selama ini ia terlihat tak lebih menarik dibanding update-an kehidupan teman-teman di lini masa. Perasaan ga tenang kalau ga ngecek hape juga perlahan terkikis. Aaaah, dunia tak pernah setenang ini. Semoga Istiqomah ya, Istiqomah!

Author: adorablemind

The happiest girl ever :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s