Hej !

Biar Lebih Selamat

Leave a comment


Sejak beberapa hari yang lalu, saya mengenal mengetahui seseorang yang sangat pemalu lagi pendiam. Seseorang yang bahkan obrolannya dengan sahabat terdekatnya pun sangat singkat. Seseorang yang satu komentarnya dijuluki “6 billions worth comment” oleh teman-temannya. Seseorang yang hanya berkata-kata disaat perlunya saja. Dan dalam obrolan tentangnya kemarin dengan sahabat dekatnya, saya bertanya-tanya, kok bisa ya ada orang seperti itu. Apakah memang wataknya yang pemalu dan pendiamkah?

Biar selamat“, jawab sahabatnya. “Hah? Maksudnya?”. “Ya,biar lebih selamat aja“.

Plak. Saya tertampar. Disini. Didalam jiwa. Jawaban sederhana itu terngiang ngiang dikepala hingga keesokan harinya. Seperti tercambuk, saya langsung melihat kedalam diri, betapa berbedanya dengan saya yang supersociable tukang pamer. Ke-extrovert-an saya ga bisa jadi alasan pembenaran atas keterberbauran yang tak terkontrol saat bersosial. Mungkin dia juga seorang extrovert, dia tetap membaur ikut jalan jalan dan kumpul kumpul bersama temannya, social media dia juga punya. Tapi, dia gunakan itu seperlunya. Obrolannya juga seperlunya saja. Mungkin, pemalu bukan kata yang tepat. ‘Pandai menjaga diri dan melawan nafsu’ mungkin lebih pas. Di zaman dimana semua orang dengan mudahnya mempublikasikan isi hati dan kehidupan, dia justru pintar memilah-milah mana yang perlu dan mana yang tidak. Mana yang bisa ditunjukkan dan mana yang cukup dia dan Allah saja yang tau.

Sementara kita saya, kalau udah kumpul kumpul sama teman atau chattingan di line, kadang obrolan udah ga bisa dikontrol. Yang ngomongin oranglah, berbohong dalam candaanlah, bullyinglah, berprasangkalah. Dan yang paling kita ga sadari “RIYA”. Kadang, karena udah terlalu sering apa-apa diposting di social media, riya itu jadi biasa. Riya itu jadi ga berasa. Kayak riba. “Biasa aja keles ngeposting kumpul sama temen dikafe, bukan mau nyombong kok,cuma buat kenang kenangan aja gitu”. Tapi, pasti ada terbersit secuil riya itu ‘biar orang tau gue punya temen’. Kadang ga berasa emang, karna udah terbiasa. Astaghfirullah 😢😢😢

Tertampar. Berat memang untuk berjalan melawan arus kebanyakan. Seperti tipikal jalan dakwah yang sepi,panjang dan banyak onak dan durinya. Tapi hooosh, harus bisaaa!! Kalau orang itu saja bisa, kita saya juga bisaaa!!! Bismillahirrahmanirrahiim. Semoga kita senantiasa dilimpahkan pertolongan oleh Allah SWT dalam melawan hawa nafsu kita. Aamiin ☺

Author: adorablemind

The happiest girl ever :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s