Hej !

Life Lesson

Leave a comment


——————————————————————————

Ga terasa waktu berlalu begitu cepatnya. Sudah 9 bulan tapi rasanya baru kemarin saya pulang KP dan mendapati papa jatuh dan lumpuh setengah badannya. Tak bisa bergerak maupun berbicara. Sebulan kemudian saya berangkat kuliah ke Bandung dengan penuh optimis, papa pasti sudah sehat saat saya wisuda nanti. Penuh semangat saya kerjakan TA yang bikin tidur ga nyenyak dan makan jadi banyak, berharap itu bisa memotivasi papa untuk segera sembuh supaya bisa datang kewisudaan saya. Tiap minggu nelpon “Pa,papa jangan marah-marah ya,sering latian biar nanti bisa kewisuda shelby” dan papa pun menangis. Perih rasanya,tapi saya yakin papa pasti bisa.

10 Januari 2014, saya dinyatakan lulus sidang dengan revisi (yang sangat banyak). 14 Februari 2014, sidang yudisium menyatakan saya lulus yang berarti officially saya udah bukan mahasiswa lagi,tapi fresh graduate-r. Mulailah saya merancang-rancang apa yang akan saya lakukan berikutnya. Pulang sebentar,lalu sedikit waktu untuk bertualang menjelajahi Krakatau atau snorkling di Karjaw sambil apply kerjaan dan hunting beasiswa. A great plan I thought. Optimis ini bisa berjalan lancar, dapat kerjaan yang bagus dan ngelanjutin kuliah. Malah kalo bisa abroad. Tapi ternyata semuanya berjalan tidak seperti yang saya rencanakan. Jeng jeng jeng!!!

Mbak dan mas yang kerja dirumah kembali kekampungnya. Alhamdulillahnya itu terjadi beberapa hari sebelum saya lulus sidang. Habis sidang,saya harus segera caw kerumah untuk menjaga papa. Saat itu,masih ada waktu 3 bulan menjelang wisuda, cukup waktu untuk kesembuhan papa saya rasa. Hap,harus tetap optimis!!!

Sebulan menjelang wisuda, papa tak kunjung membaik, saya mulai bertanya-tanya,sampai kapan? Sampai kapan saya harus terkurung dirumah dan tak melakukan apa-apa? Beberapa panggilan tes terpaksa ditolak karena tak ada yang bisa menggantikan saya menjaga papa. Sementara beberapa teman sudah bekerja. Iri rasanya di grup line liat teman-teman pada janjian pergi job fair atau pada ngerencanain jalan-jalan. Ah, I used to be there, ingin sekali rasanya untuk sebentar saja keluar sana dan bermain. Sebentaaaaar saja😦

Waktu wisuda semakin dekat, rencana untuk balik ke Bandung lebih awal pun tak bisa saya lakukan. Pergi mepet wisuda dan langsung pulang kerumah sesudahnya, tak ada pilihan lain. Sampai kapan harus begini? Kenapa ini ga berjalan seperti apa yang saya harapkan? Kenapa saya ga bisa seperti teman-teman yang lain? 

Astaghfirullahul’azim, saya lupa bahwa Allah sudah menjawabnya :

و عسى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وهُوَ خَيْرٌ لكَمْ وَعَسى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئا وهو شرٌّ لكم واللهُ يعلمُ وأَنْتُمْ لا تَعْلمُوْنَ

“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216)

Dasar shelby sotoi banget. Ngeliatnya yang jeleknya aja,positifnya ga diliat. Padahal mama pernah bilang “Alhamdulillah,ini justru jadi ladang pahala buat kita.Sabar aja” . I’ve learned something,eventhough it takes time for me to realize.

I learned that life does not always go according to what we have planned, jadi jangan sotoi,
I learned that the purpose of our life is the hereafter, not this world, jadi untuk apa terburu-buru ngejar dunia sementara ladang pahala terbentang luas didepan mata,
I learned the only thing that could help us is being patient and pray earnestly,
I learned that we dont need shoulder to lean on when we have floor for doing sujud, jadi ga usah khawatir kalo ga ada teman buat cerita, ceritanya ke Allah aja,
and I learned that sometimes, what we want is not always what we need, jadi percaya aja,apapun yang terjadi semua pasti ada baiknya🙂

It’s okay to feel not okay,tapi habis itu ingat, selalu ada pelangi dibalik awan gelap,ya kan? No pain,no gain kalo kata orang bule. Mungkin,emang belum saatnya cita-cita dan matahari itu berada ditangan saya. Mungkin, saya dikasih banyak waktu bersama keluarga sebelum akhirnya saya pergi jauh ke negeri seberang #aamiin. Mungkin, kreatifitas saya bisa lebih ke asah kalo ga ngapa-ngapain dirumah. Mungkin saya disuruh banyak belajar jadi ibu rumah tangga wahahahahaha.

Cih, sok tegar banget, sok bijaksana, paling omong doang biar orang kasian. Ahahahahah, can’t disagree either, bener kayaknya ini emang postingan paling sok bijaksana dan sok tegar, padahal aslinya saya masih suka ngeluh dan gampang nangis. But at least, saat saya ngerasa down lagi, ada tulisan ini yang bisa nyadarin saya. Saya juga ga suka dikasihani orang,emangnya saya ngapain sampe dikasihani,mending dikasih duit wkwkwk. Yah seenggaknya kalo ada yang ngerasain hal yang sama, bisa sedikit mbantu menenangkan pikiran🙂

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi ?Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al Ankabut: 2-3)

La tahzan, Innallaha Ma’Ana🙂 Ayok kita nonton PewDiePie lagi wahahahha

Author: adorablemind

The happiest girl ever :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s