Hej !

Mengejar Matahari atau Kereta Api #2

2 Comments


” Shelby udah beres TAnya? Kalau udah langsung pulang ya. Ga usah cari kerja dulu,nanti saja. Pulang kerumah dulu jagain papa ” — Mama

Habis lulus mau kemana? Ternyata ga perlu menunggu malam untuk kembali berpikir dalam-dalam menjawab pertanyaan galau ini. Untung sore ini hujan, lebat sekali. Membawa serbuan angin dingin dan suara rintikan hujan, berputar dengan harmoni lagu Beranda-nya Banda Neira. Sambil menunggu teh manis yang terlalu panas mendingin, kujemput pertanyaan itu kembali “apakah ini pilihan yang tepat?” . Mama menelpon lagi, menanyakan apakah bulan ini aku bisa pulang kerumah. Menitik air mata menjawabnya “Maaf,belum bisa ma, masih ada revisi dan akhir tahun ada UAS. Maaf ma😦

Habis lulus mau kemana? Pulang kerumah, meningkatkan bakti pada orangtua, selagi bisa🙂 Teringat adik-adik yang pas banget lagi diakhir tahun sekolah mereka. Sama-sama kelas 3, harus belajar lebih giat daripada tahun-tahun biasanya. Tapi mereka ga kenal lelah menjaga papa, antar jemput papa ke tempat terapi. Teringat mama yang sementara menjadi tulang punggung keluarga sembari mengurus rumah tangga. Pasti lelah sekali. Maka aku harus pulang, memberi sebanyak mungkin bakti pada keluarga. “Kita sama-sama berjuang”,kata mama.

Habis lulus mau kemana? Maunya sih, langsung cari beasiswa dan studi di eropa sana. Rencananya sih, cari kerja sambil kuliah S2. Pengennya sih, ikutan Indonesia Mengajar dan pergi kepelosok negeri. Inginnya sih mengejar matahari, tapi hidup kini dan esok hari, siapa yang tau. Ternyata kereta apilah yang harus kukejar terlebih dahulu. Kereta api menuju rumah, mengumpulkan senyum dan semangat penghuninya. Dan kemudian naik kereta api lagi menuju puncak tertinggi, menggapai matahari.

Dan hujannya pun berhenti. Seakan mengerti,pikiran ini sudah sampai pada titik akhirnya. Ternyata, aku tidak perlu berhenti, hanya saja mimpi-mimpi itu belum tiba pada waktunya. Hanya saja ada stasiun lain yang mesti disinggahi sebelum mencapai matahari. Habis lulus mau kemana? Kukira jawabanku akan mainstream sekali, tapi ga, aku akan pulang kerumah🙂

Oh, Ibu tenang sudah
lekas seka air matamu
sembapmu malu dilihat tetangga

Oh, ayah mengertilah
Rindu ini tak terbelenggu
Laraku setiap teringat peluknya

Dan jika suatu saat
Buah hatiku, buah hatimu
Untuk sementara waktu pergi
Usahlah kau pertanyakan ke mana kakinya kan melangkah
Kalian berdua tahu, aku pasti
Pulang ke rumah 

Author: adorablemind

The happiest girl ever :))

2 thoughts on “Mengejar Matahari atau Kereta Api #2

  1. Jangan pernah kubur mimpi-mimpi mu itu shel..
    Kejar pelangimu sampe keujung dunia..& jangan pernah menyerah!😀

  2. Dear Shelby yang tegar. Siapa tahu ALLAH Maha Tahu punya rencanaNYA sendiri untuk Shelby dan keluarga seperti dalam Surat Al-Baqarah ayat 216. Siapa tahu juga kelak Shelby jadi penulis ulung dan melanglang buana ke berbagai penjuru dunia. Amin. Just like Rantau 1 Muara-nya A. Fuadi. What an outstanding novel. Salam Shelby, MJ.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s