Hej !

Mama, Surga dan Rumah Tangga

2 Comments


“Surga berada dibawah telapak kaki ibu” . begitulah yang saya tau, dan hari ini, pernyataan itu terasa semakin nyata. Betapa pantasnya sang ibu menaungi tanah harapan tujuan seluruh makhluk Allah. Diibaratkan dalam suatu sistem, ibu lah sang mesin,sang turbin sekaligus core sistem. Kalo di sistem operasi, ibu adalah kernel, yang memastikan proses-proses dalam sistem dapat berjalan baik setiap harinya.

Hari ini papa mulai dirawat dirumah sakit. Jauh, 3 jam perjalanan dari rumah. Mama harus menginap,menemani papa sepanjang hari, sepanjang minggu,ah wallahua’lam entah sampai kapan (semoga secepatnya.aamiin). Tinggalah saya bersama adik bungsu saya dirumah, menjalani amanah dari mama untuk menjaga rumah sekaligus mengurus adik. Tidak seperti saat sendirian berada dikosan, menjadi sulung dirumah tanpa ada mama atau papa disaat-saat kerja praktek seperti ini, 24 jam sehari berasa singkat. Sangat singkat sekali.

Bagi sebagian mahasiswa atau mereka yang belum berkeluarga, weekend adalah hari yang sangaaaat istimewa. Weekend adalah hari yang dinanti-nanti. Habis subuh bisa tidur lagi, menikmati gravitasi misterius kasur yang empuk dan dekapan selimut hangat. Pun bagi mahasiswa, bangun pagi cuma kalo ada kuliah pagi,sukur-sukur kalo dapat kuliahnya siangan dikit. Weekend seperti ini,tidak berlaku bagi seorang ibu. Mama saya tepatnya. Dirumah ini saya belajar disiplin waktu. Bangun jam 5 subuh,mandi,sholat,makan dan bersiap ke sekolah. Tak heran pintu kelas masih terkunci dan parkiran motor masih sepi saat saya tiba disekolah pagi-pagi. Bahkan di jam sepagi itu,jam 5 pagi, mama sudah selesai menanak nasi,masak lauk dan menyapu rumah. Subhanallah, bahkan ayam pun malu kalah pagi sama mama. Selain menyiapkan kebutuhan keluarga,mama juga harus bersiap-siap mengajar di sekolah. Berangkat pagi,pulang sore hari. Lelah sudah pasti. Beberapa dari kita pasti memilih untuk segera rehat dan leha-leha, tapi tidak dengan mama. Rumah kembali disapu, meja-meja dibersihkan,memasak nasi dan lauk jika habis, mencuci piring dan lainnya. Baru setelah itu beristirahat supaya besok bisa bangun pagi-pagi sekali. Looping forever.

Tak sedikitpun raut muka mama menunjukkan kelelahan. Super sekali, dan semoga kesuperan itu menular kedalam raga ini. Mulai besok harus bisa  bangun lebih pagi, menyiapkan lebih dari biasanya, pulang lebih cepat dan istirahat yang semakin singkat. Berumah tangga melelahkan ya. Disaat beberapa teman mulai berpikir untuk memajukan targetan walimahan (termasuk saya), tiba-tiba sekarang terpikir, wawasan tentang berumah tangga saya masih sempit dan terlalu sederhana. Menikah tidak hanya mengenai menyempurnakan separuh agama dan menjalankan sebuah amanah saja. Akan banyak hal yang menuntut perubahan, yang mau tidak mau,suka tidak suka, biasa tidak biasa, harus kita lakukan. Akan banyak permasalahan yang hadir menuntut kedewasaan kita dalam bersikap. Pertanyaannya, sudah siapkah saya menerima perubahan yang entah apa. Sudah cukup dewasakah saya. #ngejawabdalamhati.

Waaah,panjang ya postingannya ^_^ Senyum dulu ah,jangan terlalu serius🙂
Akhir kata,semoga papa cepat sembuh,jadi bisa lebaran dikampung . Aamiin ya Allah🙂
dan ingat “surga itu dibawah telapak kaki ibu” ,terimakasih banyak mama, the most amazing mom in the whole world. You are a universe to me. smooch :* Hwaiting !!!

Author: adorablemind

The happiest girl ever :))

2 thoughts on “Mama, Surga dan Rumah Tangga

  1. semoga cepat sembuh papanya shelby,amin o:)

  2. Semoga cepat sembuh papanya shelby.. semoga menenukan pangerannya secepatnya..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s