Hej !

Kuliah,Yang Terfavorit Tidak Selalu Yang Terbaik

32 Comments


Musim pencarian kuliah sudah berada ditengah jalan,hampir selesai malah.Banyak tes-tes perguruan tinggi negeri (PTN) telah dilaksanakan dan hasilnya pun telah keluar seperti PMPB ITB,SIMAK UI dan UTUL UGM. ITB,UI dan UGM,3 Universitas terfavorit di Indonesia.Ribuan pelajar berbondong-bondong mengikuti tes ini tiap tahunnya. Lebih dari setengah murid di kelas saya telah diterima di 3 Universitas tersebut. Saya sebagai teman bangga dong,apalagi yang lulus UI jumlahnya lebih banyak daripada tahun lalu.Itu teman saya,bagaimana dengan saya?

Saya selalu percaya,dimanapun tempat terakhir saya berada,itulah yang terbaik yang diberikan Allah untuk saya.Saya selalu berdoa untuk ditempatkan di Universitas yang terbaik bagi masa depan saya,bukan memohon untuk diluluskan di Universitas tertinggi dan terfavorit.Saya juga mengikuti tes masuk ketiga PTN diatas,namun tampaknya itu bukan yang terbaik untuk saya.Saya tidak lulus.Kecewa?Iya.Sedih? Sangat. Tapi kembali pada keyakinan bahwa apapun yang saya dapatkan itulah yang terbaik untuk saya dan apa yang tidak saya dapatkan bukan berarti saya tidak pantas mendapatkannya.Saya diterima di jurusan Teknik Informatika,Institut Teknologi Telkom (ITT),tes pertama saya dan saya mendapatkannya.Senang sudah pasti,tapi kekecewaan tidak lulus UGM,ITB,UI agak menutupi kesenangan itu.

Sebenarnya hal ini justru memudahkan saya.Di ITB saya memilih STEI dan Teknik Industri yang saya tidak yakin prospeknya kedepan,hati saya pun belum sepenuhnya menerima pilihan itu.Hanya pilih-pilih saja.Di UGM saya memilih kedokteran dan Farmasi yang ditentang oleh ayah saya.”Pokoknya tidak boleh lebih jauh dari Bandung” lah,”Kamu tidak boleh ambil kedokteran,biayanya besar dan lama,itupun harus S2″, kamu harus ini,kamu harus itu.Di UI saya memilih kedokteran dan sistem informasi yang lagi,kedokterannya ditentang oleh ayah saya dan segi negatif yang lebih banyak bila saya bandingkan dengan saya berada di telkom.Hati saya terkuatkan,mungkin telkom adalah tempat yang terbaik untuk saya dan itulah tempat yang saya benar-benar sreg berada disana.

Nah,yang menjadi masalah adalah pandangan orang lain yang cukup berpengaruh.Banyak orang-orang yang menyayangkan keputusan untuk mengambil telkom.

Cukup banyak orang,terutama teman-teman saya,yang memandang telkom seolah-olah jauh lebih buruk daripada Universitas negeri manapun.”Eh,label swastanya itu loh yang ga enak” ;”Oh,telkooom(dengan nada rendah)”; “Eeee,cobalah yang lain aja.Kamu bisa dapat yang lebih baik kayak UGM atau UI”; “Hee,kau sepintar itu aja cuma ditelkom” , dan keluhan lainnya. Mereka memandang kuliah dengan label,seperti belanja barang merek Gucci lebih baik daripada belanja barang gak bermerek.Memang label cukup penting,namun itu tidak bisa dijadikan tolak ukur teratas.Setiap orang memiliki alasan tersendiri mengapa mereka tidak bisa mendapatkan yang terfavorit.Karena yang terfavorit tidak selalu yang terbaik.

Ini ada beberapa tipe pelajar dilihat dari keputusannya mengambil pilihan Universitas

1. Si Biaya Gede

Pada dasarnya,sangat banyak tipe seperti ini.Mereka mengambil jurusan dengan Passing Grade tertinggi,universitas teratas atau jurusan yang paling banyak peminatnya seperti kedokteran.Pilihan ini didasarkan atas gengsi semata.Mereka rela membayar ratusan juta melalui jalur apapun hanya untuk membeli gengsi itu.Biar bangga,dielu-elukan orang,”wuiiiiiiiih,keren dang!”;”Gila,kau hebat kali!!”,tanpa melihat betapa besar tanggung jawab yang tergantung dipundaknya karena telah berlabelkan “Orang Hebat”. Orang ini harus sukses dan benar-benar serius no matter what karena pengorbanan materi dan label yang begitu besar.

2.Si Biaya Irit

Tipe ini biasanya berlaku bagi pelajar dengan pendapatan orang tua yang tidak besar dan bagi pelajar yang tidak mau menyusahkan orang tua untuk mengeluarkan uang banyak,walaupun orang tuanya mampu.Bagi mereka yang hidupnya pas-pasan,mereka akan berusahan mati-matian untuk mendapatkan universitas dan jurusan favorit di spmb atau dijalur bayar murah,namun peluang lulus lebih kecil daripada yang bayar gede.Atau mereka mencoba untuk tidak muluk-muluk memilih jurusan dan universitas.

3. Si Pikir Panjang

Mereka yang berpikiran panjang ini tidak asal-asalan menentukan jurusan.Mereka akan membuat positif side dan negatif side bila mereka diterima disana sini.Tidak jarang keputusan yang dihasilkan berlawanan dari pandangan orang banyak.Terkadang mereka justru memutuskan untuk memilih jurusan yang lebih rendah ke-favoritan-nya dibanding pilihan lainnya.Tapi itulah yang mereka pandang baik untuk mereka,jadi hargailah.

4. Si Hati Murni

Tipe ini berlawan dengan tipe pertama.Mereka memang mendapat jurusan dan universitas favorit dengan biaya yang sangat besar tapi jauh didalam hati mereka,mereka melakukan ini murni karena mereka memang ingin memperjuangkan cita-cita dan ingin menolong orang banyak kelak.Bukan karena gengsi semata.Jelas tipe ini juga berlawanan dengan si biaya irit.Mereka tidak memikirkan kesulitan orang tua membayar kuliah mereka dengan biaya yang seabrek,toh orang tua mereka memang mampu,begitulah pikir mereka.

5. Si Suka-Suka Gue

Tipe ini bisa juga dibilang tipe pikir pendek.Mereka memilih jurusan dengan suka-suka gue.Apa aja dipilih,seringnya dengan passing grade rendah dan kurang peminat supaya mudah masuknya,asal fakultasnya berada di Universitas ternama.Bagi mereka,label Universitas yang terpenting.
“Anu,ambil jurusan apa?”
“Jurusan acakadul buk”
“Di Universitas mana?”
” ITB buk”
“Waaaah,keren jadi anak ITB!Hebat!”
Faktanya,mereka tidak tahu apa-apa tentang jurusan yang mereka pilih,apa prospeknya,pokoknya universitas keren.Toh orang umum juga gak tau berapa peminatnya apalagi passing grade.

So,anda termasuk tipe yang mana?Kalo saya pribadi,saya cenderung memikirkan positif dan negatif jurusan yang saya pilih dan juga terjangkau.Dan saya juga percaya,teman-teman saya termasuk orang yang berpikiran panjang dan berhati murni😀

Kembali pada pembicaraan saya diatas,iri juga rasanya melihat teman-teman yang lain keterima di UGM,UI dan ITB.Apalagi kalau sudah kumpul-kumpul dan ngomongin kuliah,rasanya jadi yang terendah.Terkadang itu membuat saya ingin mengikuti banyak tes lagi supaya bisa keterima di Universitas keren seperti mereka.Tapi setelah dipikir-pikir lagi,itu tidak lain hanya nafsu dan gengsi semata.Toh saya memilih telkom juga dengan pikir panjang dan saya merasa paling sreg disana.

So readers,berusahalah untuk mendapat apa yang terbaik untukmu,bukan yang terbaik menurut orang banyak.Dengarkan kata hatimu,buka kata orang lain.Berpikirlah besar,pikirkan baik-baik akan jadi apa kamu dan siapkah kamu dengan tantangan yang menghadang didepan.Tidak sedikit yang bertipe suka-suka gue dan biaya gede berakhir dengan Drop Out.Ingat,ini hanya awal perjuanganmu.Yang perlu dilihat bukan kamu masuk kemana melainkan keluarnya jadi apa.Pada dasarnya semua itu bergantung pada pribadi kamu sendiri.Ingat tanggung jawab yang kamu pegang.Semua orang pasti ingin sukses dan cuma kamu sendiri yang bisa membuat dirimu sukses.Selamat berjuang!Jangan pernah patah semangat!HWAITING~~~!

PS:Maaf bila tulisan ini menyinggung pembaca,tidak bermaksud untuk mencari perkara,hanya sekedar menyampaikan opini saja.Hidup damai,ya!😀

Author: adorablemind

The happiest girl ever :))

32 thoughts on “Kuliah,Yang Terfavorit Tidak Selalu Yang Terbaik

  1. hidup damai!

    jgn berkecil hatilah dpt telkom.
    udh pernah kw dgr gk ak ngomong, saudara ak yg d telkom tu blg, ada kawanny dpt stei. tapi krn dia mauny informatika aj dan d stei blum pasti dpt itu, dia ngelepas itb ny.

    hoho. brarti kan sebanding telkom dn itb shel😉

    trus klw ak ngeliatny, klw prestasi pas kuliah bagus, bisa lgsg d pekerjakan oleh telkom, jd peluang kerjany lbih tinggilaah.😉
    🙂

  2. Haha,bener Sheel…Aku juga heran loh kenapa orang kayaknya bangga kali ngomongin ITB,UI dan UGM. Malah aku ada denger ortu salah seorang murid yang bilang,”ITB gt loh.”Apa Dewa Ganesha mampu menjamin masa depan seseorang?Ini nih rada2 sama dengan beberapa orang yang masih nganggap keren kalo masuk jurusan IPA di SMA.

    Toh sekolah kita swasta banyak toh prestasinya kan?

    Lagian kuliah itu gak menjamin… Kita kuliah di univ itu kan bukan buat mendapat jaminan masa depan bagus, tapi buat dapat ilmu. Setelah kuliah ya masa depan itu keputusan kita dan jawaban Tuhan.. Bukan Univ yang akan memberi jawaban akan masa depan kita.
    Ya itu menurut aku ^^

    • Iya geg,label swasta atau negeri kan gak begitu penting kali,
      yang pentingkan diri orang tu sendiri,mampu apa enggak
      Tapi gimana kita belajar di univ sedikit banyak ada ngaruh juga sih geg dengan masa depan
      hehe,makasih opininya geg!😀

  3. btul3. tp di pndangan org, telkom tu bgus kq shel. jgn patah semangat gara-gara dibilang gtu.
    ayoo shelbuuuunnng!!
    org bkal ngikutin jejak shelbung..
    bkinn plus minusny,hhe😀

  4. waaah ternyata banyak juga yaa anak cendana yang punya blog…
    “BERKARYALAA…”

    tulisan yang bagus…dan luar biasa…
    hmmm..setuju ama pendapatnya..
    “sebenarnya bukan di mana kita kuliah..tapi bagaimana kita kuliah..”
    kenapa orang mengelu2kan universitas favorit..yaa karna kurangnya informasi..
    sebagai contoh di SMA CENDANA..
    hampir semua guru tidak pernah memberikan informasi ke muridnya..(mungkin karna tidak tau ato apalaah.. :D)
    klu pun ada mungkin seputar universitasnya secara umum..bukan fakultas atau jurusan..jadi banyak orang yang terjebak di fakultan dan jurusan yang dia tidak sukai..tapi mendambakan universitas favorit..dan banyak juga berakhir buruk >.<

    " a thousand mile journey begins with the first step.." so nice..!!

    • waaah,makasih bang edho
      ternyata bang edho ngeblog juga,asik asik
      iya setuju bang,akan lebih baik kalau sekolah kasih penyuluhan tentang jurusan-jurusan,
      jadinya kan pada ngerti
      kalau gak ada informasi apa-apa jadi bingung sendiri mau pilih yang mana

  5. semangat shel… yang penting mah IP nya nanti. klo IP 4, perusahaan mana yang gak mau nawarin kerjaan. malah perusahaan itu yang nawarin kita. mau berapa gajinya.
    mau 60 juta, 80 juta, 100 juta, perusahaan tu sanggup bayar untuk IP 4 tu. hahha…

    heheh… maklum, pengalaman oom ku. serius.

  6. Setuju neh… Saya juga udah diterima di Teknik Industri UI dan ITB. Meskipun saya dari Bandung, saya lebih sreg dan bener2 berjuang untuk masuk UI. Tapi atas alasan letak, biaya, gengsi TI ITB, saya harus masuk ITB… Dengan baca artikel ini, saya jadi bersemangat untuk kembali memperjuangkan masa depan saya sendiri sesuai hati nurani saya sendiri.. Terimakasih…

    Oh ya, jgn patah semangat.. Telkom kan gurunya, yang belajar kan anda… Kalo kata gua sih, kuliah cuma 30%, sisanya cari sendiri melalui relasi, grup2, aktivitas, dll…. Terimakasih

    • Waaaaaaaaah,kalo anda mah udah bagus banget tuh,dapet UI ma ITB,sama bagusnya.Selamat yaaaaaaa.Tetap ikutin kata hati,jangan ikutin kata orang.
      Terimakasih motivasinya.Semangat juga yaaaa!😀

  7. @adorablemind: hahaha.. iya sih.. terimakasih2… yah kebetulan saya dikasih kesempatan belajar di sana.. Tapi semua tergantung mahasiswanya.. Klo kuliah di UI tapi belajarnya 30 menit sehari mah sama ajah… Hahaha.. Sukses juga di telkom.. Jangan salah, temenku kuliah di telkom (lbih kurg 2 thn yg lalu), skarang bisa ngasih kursus robotik ke aku bwat tugas akhir fisika SMA… Rencana mau ngambil IT??

  8. @adorablemind: hahaha.. iya sih.. terimakasih2… yah kebetulan saya dikasih kesempatan belajar di sana.. Tapi semua tergantung mahasiswanya.. Klo kuliah di UI tapi belajarnya 30 menit sehari mah sama ajah… Hahaha.. Sukses juga di telkom.. Jangan salah, temenku kuliah di telkom (lbih kurg 2 thn yg lalu), skarang bisa ngasih kursus robotik ke aku bwat tugas akhir fisika SMA… Rencana mau ngambil IT??

    Oh ya, sbgai info: katanya skrg perusahaan2 gak nyari mahasiswa sampe IP 4 tapi antara 3,2 – 3,6an… karena katanya daerah itu adalah daerah mahasiswa yang seimbang IQ dan EQnya.. Sukses!

    • Iyaaa,rencananya mau ambil ITT,udah sepenuh hati disitu,hehehe.Eh,tugas akhir fisika bikin robot?Ajiiiib,berat amat tuh tugas hahaha.
      Ya,sebenarnya mau IPK seberapapun yang penting toh EQ ama SQ nya juga,banyak orang pinter didunia ni,tapi orang baik gak banyak,bener gak?
      Makasih banyak ya motivasinya!Jadinya ngambil UI nih?

  9. waaaa…
    shelbyy..
    akhirnya an baca blog shelby juga kaan:D

    telkom itu baguus shel,
    wlopun swasta dunia kerja mengakui dengan baik lulusan sana..
    daan jurusan shelby apalagii..
    kereen ituu..
    salah terfavoritt lhoo di indonesia skarang..
    semangat anak bandung!😀

  10. setelah membaca post ini, pikiran saya seolah olah terbuka.. saya seolah-olah terbangun dan menyadari bahwa yang terfavorit memang belum tentu yang terbaik…. saya suka yg kakak katakan bahwa “bukan masuk kemana melainkan keluarnya jadi apa”…… thx…..
    oy, da comment anniswintoro yang saya rate up… sebenarny saya pikir tu buat rate up post ini… tp ternyta bukan dan ga bisa dicancel… jdi sorry….

  11. blognya bagus banget sumpaaaah deh hehe.
    gua juga punya mimpi masuk itb sampe les siang malem begadang nginep di tempat les bareng temen agar masuk itb, haha lebay ya, sempet di tolak di usm daerah, ga menyerah coba blajar lg buat itb terpusat ternyata masih tetep gagal, haha memang bukan yg terbaik kata allah kali yah hehe tp alhamdulilah dapet telekomunikasi telkom skarang mudah2an memang jalan yg terbaik buat gua.

    semangat terus buat telkom !!🙂

  12. heyyy mahasiswa baru teknik informatika telkom yaaa? aku keterima di jurusan itu dan pengalamanku juga seperti kamu. telkom jadi pilihanku akhirnya.

  13. please add me at FB shervyta_siwon@yahoo.com or follow my twitter at @shervytaa. thanks🙂. salam kenal

  14. tq atas inf0nya . .membantu bgt ne, cz th.dpan Q bkal kul. .hehe. .m0ga ga salah pilih kul . .

  15. Keren nih artikelnya di kala gundah gulana milih perguruan tinggi wkwk antara mau milih perguruan tinggi swasta di luar kota atau yg di dalam kota,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s